pemahaman yang salah tentang diabetes

pemahaman yang salah tentang diabetes>>dikutip dari sumber :Liputan6.com, Jakarta Ada 17 mitos dan fakta yang beredar tentang diabetes yang membuat kondisi tersebut tidak dianggap sebagai penyakit serius yang juga dapat menyebabkan kematian. Mitos-mitos ini menciptakan gambaran akan diabetes yang kurang tepat dan penuh dengan stereotype/stigma.

Pakar Diabetes Prof Dr Agung Pranoto, dr., MSc., SpPD-KEMD, Finasim mengatakan, tantangan utama pengendalian penyakit diabetes adalah deteksi dini, pencegahan, dan tata laksana yang tepat di tengah masyarakat yang masih harus ditingkatkan.

“Edukasi yang berkelanjutan adalah kegiatan yang harus senantiasa dilakukan guna memberikan informasi secara terus menerus kepada masyarakat akan penyakit diabetes,” kata Spesialis Rumah Sakit Dharmo Surabaya di Kawasan Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015)

Berikut fakta dan mitos tersebut :

Mitos 1 : Diabetes bukan penyakit serius
Fakta : Apabila ditangani secara benar, diabetes tidak akan menyebabkan komplikasi yang berbahaya

Mitos 2 : Jika kita gemuk atau memiliki berat badan di atas rata-rata dengan indeks massa tubuh 25-29.9
Fakta : Kegemukan adalah salah satu faktor risiko penyakit ini, tapi ada juga faktor risiko lain yang dapat merusak organ seperti mata, jantung, peredaran darah, sistem saraf, gigi dan gusi, kaki dan kulit, atau ginjal. Tapi pada kenyataannya diabetes menyebabkan kematian lebih banyak daripada kanker payudara dan AIDS digabung. Dua dari tiga orang penderita diabetes mati akibat serangan jantung atau stroke. Pasti pada akhirnya akan mengidap diabetes tipe 2 harus diperhitungkan seperti faktor keturunan, etnis, dan usia. Sayangnya banyak orang mengesampingkan faktor risiko lainnya tersebut dan hanya fokus pada kegemukan saja. Padahal kenyataannya sebagian orang gemuk tidak mengidap diabetes tipe 2, dan banyak penderita diabetes tipe 2 memiliki berat badan normal atau hanya sedikit gemuk.

Mitos 3 : Makan terlalu banyak gula dapat menyebabkan diabetes
Fakta : Jawabannya tidak sesederhana itu. Tingginya gula darah pada penderita diabetes tipe 1 disebabkan oleh kurangnya insulin. Dan ini adalah faktor genetik yang belum diketahui sebabnya. Sementara diabetes tipe 2 disebabkan oleh banyak faktor risiko: kegemukan, keturunan, etnis, dan usia.

Mitos 4 : Penderita diabetes hanya dapat makan makanan khusus untuk diabetes
Fakta : Pola makan yang sehat untuk penderita diabetes pada dasarnya sama dengan pola makan sehat untuk siapapun – rendah lemak jenuh, garam dan gula yang tidak berlebihan, protein daging tanpa lemak, sayur-sayuran, gandum, dan buah-buahan. Makanan khusus diabetes pada umumnya tidak memberikan manfaat yang lebih, tetap meningkatkan gula darah, dan bahkan pada kenyataannya seringkali lebih mahal.

Mitos 5 : Penderita diabetes hanya dapat makan sedikit karbohidrat seperti roti, jagung, dan pasta
Fakta : Karbohidrat juga merupakan bagian dari pola makan sehat. Kuncinya adalah pada porsi makan.

Mitos 6 : Penderita diabetes tidak dapat makan permen atau coklat
Fakta : Jika dikonsumsi sebagai bagian pola makan sehat dan dikombinasikan dengan olahraga maka jangan berlebihan. Pilih jumlah karbohidrat sesuai kebutuhan metabolisme tubuh. Permen dan coklat dapat dinikmati oleh penderita diabetes. Tidak ada perbedaan tentang apa yang bisa/tidak dikonsumsi oleh penderita diabetes dan orang sehat. Kuncinya adalah porsi, agar tidak berlebihan dan jangan terlalu sering.

Mitos 7 : Diabetes dapat ditularkan
Fakta : Diabetes bukan penyakit menular, tapi lebih ke penyakit yang berhubungan dengan genetik.
Mitos 8 : Penderita diabetes lebih mudah terkena flu atau penyakit lainnya
Fakta : Penderita diabetes tidak menjadi lebih mudah sakit. Namun penderita diabetes dianjurkan mengubah gaya hidup, terutama bagi diabetes tipe 2.

Mitos 9 : Penderita diabetes tipe 2 yang dianjurkan memakai insulin adalah pasien yang dianggap gagal
Fakta : Bagi sebagian besar orang, diabetes tipe 2 adalah penyakit yang berkembang secara progresif. Penyakit apapun dapat membuat diabetes lebih sulit dikendalikan, dan penderita diabetes yang terkena flu dapat menyebabkan komplikasi lainnya yang lebih serius. Ketika pertama kali didiagnosa mungkin saja tingkat gula darahnya dapat dikendalikan dengan pengobatan oral. Tapi seiring waktu, tubuh akan memproduksi lebih sedikit insulin sehingga pada akhirnya pengobatan oral tidak lagi cukup. Penggunaan insulin untuk mencapai tingkat gula darah yang sehat adalah hal baik, dan bukan sesuatu yang buruk.

Mitos 10 : Buah adalah makanan sehat, jadi baik untuk dimakan sebanyak-banyaknya
Fakta : Buah adalah makanan sehat yang mengandung serat, vitamin, dan mineral. Tapi buah juga mengandung karbohidrat, sehingga konsumsinya harus dianggap sebagai bagian dari pola makan sehat. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi tentang berapa banyak, sering, atau tipe buah yang dapat dimakan.

Mitos 11 : Diabetes hanya dapat diderita oleh orang yang sudah berumur
Fakta : SALAH! Penderita diabetes dapat berusia berapa pun juga.

Mitos 12 : Diabetes bukan penyakit mematikan
Fakta : SALAH! Diabetes adalah salah satu penyakit yang mengakibatkan kematian di seluruh dunia, bersaing dengan HIV/AIDS sebagai penyebab kematian. Penyakit ini membunuh lebih dari 4 juta orang setiap tahun. Setiap 7 detik, satu orang meninggal dunia akibat penyakit yang berhubungan dengan diabetes.

Mitos 13 : Diabetes sebagian besar diderita oleh pria
Fakta : SALAH! Diabetes dapat terjadi pada pria maupun wanita, dan bahkan meningkat keberadaannya pada wanita. Saat ini juga angka penderita diabetes pada kaum muda semakin meningkat dan mengancam untuk mengurangi populasi suku-suku terbelakang.

Mitos 14 : Diabetes tidak dapat dicegah
Fakta : SALAH! Sampai dengan 80 persen diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan mengubah pola makan.

Mitos 15 : Diabetes hanya diderita oleh negara-negara kaya
Fakta : SALAH! Diabetes menimpa semua populasi tanpa membeda-bedakan tingkat pendapatan.

Mitos 16 : Diabetes tidak mahal
Fakta : SALAH! Pengobatan diabetes mahal dan berpotensi untuk membebani sistem pelayanan kesehatan.

Mitos 17 : Pencegahan diabetes terlalu mahal
Fakta : SALAH! Banyak intervensi yang tidak mahal dan cost-effective. Sudah terbukti bahwa meningkatkan kegiatan fisik, dan memperbaiki lingkungan di mana kita hidup

Bagaimana mereka bisa sembuh ? KLIK Gambar !!!

                          

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *